Sajak - Istimewa karena Bersama


Entahlah, akhir-akhir ini saya lagi sering bermain-main dengan sajak. Ternyata, membuat cerita dengan rima itu tidak mudah. Setelah diutak-atik, inilah hasil akhir kreasi saya. Sajak pendek ini ingin mengajak pembaca cilik belajar matematika dengan angka yang memiliki unsur angka 0 dan 1.



Kurus tubuhku.
Satu adalah namaku.
Berhitunglah sampai lima,
namaku selalu di urutan pertama.

Hei, ada si angka Nol, temanku!
Psst, jika kami bersama,
kami jadi angka istimewa!
Ayo, Nol, merapat ke sisi kiriku.

Lihat, kami jadi angka 10.
Kalikan kami 10,
kami akan jadi 100.
Kalikan kami 100,
kami jadi 1000.
Kalikan kami 1000,
sebut kami si angka 10000.

  
24 Januari 2014

Lomba Bercerita

Tahun 2012, saya mengajak buah hati saya mengikuti lomba bercerita. Materinya adalah cerita dari sejumlah buku karya Debora Toety Maklis, yang diterbitkan oleh PT BPK Gunung Mulia. Hitung-hitung, lomba itu bisa jadi ajang mengasah rasa percaya dirinya. Anak saya bersedia ikut.
 
Saat itu, anak saya baru berusia 4 tahun. Dia belum bisa membaca. Maka, saya menulis ulang isi buku cerita tersebut. Supaya mudah, saya buat ceritanya menjadi sebuah cerita berima.

Dalam semalam, anak saya berlatih dengan cara menghafalkan cerita tersebut. Beberapa ilustrasi dari buku itu saya cetak dan tempel di potongan-potongan karton. Anak saya berlatih dengan antusias. Suaranya keras menggelegar :)

Keesokan harinya, dalam perjalanan, anak saya kembali "bercerita". Suaranya masih lantang.

Di lokasi lomba, anak saya ternyata mendapat nomor undian pertama. Saya tidak menyangka, ia mendapat urutan pertama. Saya merasa khawatir, ia akan demam panggung. Benar saja, karena belum melihat peserta lain bercerita di depan umum, ia jadi grogi. Untunglah panitia membolehkan saya berdiri di sampingnya sambil membantunya membuka satu per satu alat peraga.

Memperkenalkan diri sebelum bercerita/Dok. pribadi


Suaranya yang lantang menjadi pelan. Namun, ia tidak mogok di tengah jalan. Cerita berhasil ia selesaikan.

Di lomba itu, ia jadi peserta termuda. Dan, ia tidak menjadi juara. Ia sempat kecewa ketika tidak mendapat piala. Namun, berkat hadiah hiburan dari panitia dan sehelai piagam, kekecewaannya jadi berkurang.


Kini, videonya sedang bercerita menjadi salah satu video favoritnya. Dan ia bilang, "Aku mau ikut lomba bercerita lagi!"




Ini dia ringkasan cerita yang saya buat dalam bentuk cerita berima:

Cerita Cula
Diceritakan kembali oleh Nancy Duma Sitohang

Cula namanya.
Makan hobinya.
Gemuk badannya.

Pak guru berkata,
"Ayo, ikut lomba!
Yang sehat, jadi juara!"

Cula latihan naik tangga.
"Capek deh. Lapeer! Makan dulu ah!"

Cula lalu membuat roti isi.
Banyaaak sekali.
Tasnya penuh terisi.

Singa lapar.
Cula ia kejar.

"Serbuuu!" kata teman-teman Cula.
"Kabuuur!" seru si Singa.

"Aku lari keliling lapangan!" cerita Cula.
"Aku jadi kurus, kan?"

Hahahaha, semua tertawa.
Mereka pun berpesta.
Pesta roti isi buatan Cula!