Senin, 10 Juli 2017

Pesta Ulang Tahun Ramah Anak

Oangtua masa kini -biasanya yang tinggal di kota besar- lazim mengadakan pesta ulang tahun anak mereka di restoran (cepat saji).

Faktor efisiensi waktu dan tenaga biasanya jadi alasan utama. Kalau acara diadakan di rumah, harus ada waktu dan tenaga khusus untuk membereskan rumah sebelum dan sesudah pesta. Belum lagi untuk menyiapkan hidangan.

Tak heran, banyak orangtua memilih merayakan di luar rumah. Umumnya, di restoran-restoran cepat saji yang makanannya memang sudah akrab di lidah anak-anak. Gak beda jauhlah dari si kembar gundul yang lucu dari negeri jiran.

Pesta Ulang Tahun Ramah Anak
Ilustrasi: tesdotcom

Satu atau dua bulan lalu saya menghadiri sebuah pesta ulang tahun. Yang berulang tahun anak-anak. Para tamunya juga anak-anak. Tapi, sayang ada hal-hal yang membuat saya berpendapat, pestanya tidak ramah anak.

1. Musik
Saat acara bebas, pihak restoran memutar lagu Shape of You. Lagu yang liriknya jelas bukan untuk anak. Bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Sebab, pesan lagu itu mengajarkan hubungan berbasis fisik alias seks. Bertemu dengan lawan jenis di bar, dansa lalu berlanjut ke tempat tidur.

Sudah seharusnya EO (pihak restoran) menyediakan musik/lagu-lagu anak. Memang sih kita kekurangan lagu anak-anak yang up-to-date. Tapi, kita punya lagu anak-anak klasik (tempo dulu), yang liriknya membawa pesan-pesan positif. Lagu-lagu karangan Pak A.T. Mahmud, misalnya, sudah pernah diaransemen ulang dan dijadikan album oleh penyanyi cilik yang kini telah dewasa, Tasya. Jika EO tidak punya, bawa saja dari rumah.

2. Materi Ice Breaking
"Adik-adik, coba tunjuk papa X. Itu lho yang kayak Raul Lemos. Mana mama x yang kayak Krisdayanti? Ayo, tunjuk," seloroh si pemandu acara yang juga karyawan restoran tersebut.

Astaga, ini pesta ulang tahun atau siaran berita seleb?

3. Acara
Pemandu acara hanya sibuk dengan segelintir kecil para undangan cilik. Ada lomba menari bersama para mama. Tetapi yang itu-itu saja. Anak-anak yang tidak ikutan (termasuk yang ulang tahun!) hanya jadi penonton. Gerak tarian yang dicontohkan pun seperti tarian dangdut, yang kita tahu, sering kali erotis.

Jadi, kalau Bunda dan Ayah mau rayakan ulang tahun serupa, jangan sungkan untuk intervensi (tukar pikiran) saat reservasi. Sebagai si empunya hajatan, Anda punya hak dan kewajiban memastikan pesta ulang tahun anak Anda ramah anak.
Jadikan pesta ulang tahun anak Anda berkesan. Baginya dan teman-teman yang ia undang.








Rabu, 18 Januari 2017

Rayakan Prestasi dengan Bakmi Mewah


Orangtua mana yang tidak sayang pada anaknya? Rasa sayang dicurahkan dengan berbagai cara. Memeluk, mencium, atau merangkul. Mengatakan "Bunda sayang kamu" atau “Ayah rindu kamu”. Juga memberi perhatian terhadap perkembangan sang buah hati. 


Sepeda Roda Dua

Waktu masih tiga tahunan, anak saya punya sepeda roda tiga. Kaki cukup diletakkan di pedal, sepeda langsung bisa jalan. Bukan karena dikayuh, tetapi didorong-in. 


Seiring waktu, anak saya makin besar, makin tinggi. Sepeda baru pun dibeli. Pilihannya sendiri. Warnanya putih-pink. Karena sepedanya sepeda transisi, di sisi roda belakang terdapat tambahan dua roda kecil. Namun, gara-gara roda kecil itu, anak saya terlena. Akhirnya kami bersepakat, roda kecil diangkat. Waktunya belajar naik sepeda roda dua.


Berhasil!

“Bagaimana kalau jatuh? Bagaimana kalau tangan dan lutut berdarah kena aspal jalan? Aku malu dilihat orang latihan,” anak saya menyebut berbagai alasan untuk menunda-nunda latihan.


Beruntung, saya pernah mengalami proses belajar naik sepeda, lengkap dengan pengalaman stang sepeda yang bergoyang-goyang, jatuh tertimpa sepeda, serta kulit yang lecet kena aspal jalan. Semua pengalaman itu saya ceritakan untuk membesarkan hatinya.


Setelah 2 minggu berlatih naik sepeda setiap hari, anak saya berhasil mengayuh sendiri sepedanya. Saya senang, apalagi dia. “Kayak terbang,” katanya sumringah. Bolak-balik melaju dengan sepedanya sambil membunyikan bel sepeda, kring, kring.


Gowes, gowes

Merayakan Prestasi

Bisa naik sepeda roda dua, menurut saya, juga prestasi loh. Makanya, perlu dirayakan.

“Makan mi ayam, yuk,” ajak saya. Anak saya suka makan mi ayam.


Tapi, o, la la, pedagang mi ayam dekat rumah ternyata sudah tutup, sementara yang lain, jauh dari rumah. Lumayan mahal pula. Belum lagi kalau makan, siap-siap keluar biaya untuk minumannya. Mana tengah bulan. Duh ….


Tiba-tiba, saya teringat Bakmi Mewah. “Bagaimana kalau kita masak Bakmi Mewah saja?”


“Setuju!” sahut anak dan suami saya kompak.


Bakmi Mewah, Sajian Mewah di Rumah ala Restoran



Masak Bakmi Mewah mudah dan cepat. Jadi, gak ada tuh pertanyaan, "Masih lama ya? Cepatan dong, dah lapar ni."

6 langkah mudah menyiapkan sajian Bakmi Mewah

Supaya anak makan sayur, saya tambahkan potongan tomat segar dan caisim rebus. Tadaaa, inilah sajian Bakmi Mewah saya.






Tekstur mi Bakmi Mewah kenyal dan licin. Juga tipis dan lembut seperti bakmi di kedai atau restoran bakmi ternama.

Yang juga bikin Bakmi Mewah jadi mi ayam instan mewah adalah topping daging ayam dan jamur aslinya.


Pluuus, rasa Bakmi Mewah enggak tajam di tenggorokan, enggak bikin kita haus, buru-buru ingin minum air putih.


makan dulu, ya


Berkat Bakmi Mewah, jadi juga kami merayakan keberhasilan bisa naik sepeda roda dua. Sluuurp.

Rabu, 11 Januari 2017

Seru-seruan Ilusi di Ancol


Siapa yang sudah menginjakkan kaki di puncak tugu kebanggaan warga Jakarta, Monas? Pasti belum ada yang pernah. Soalnya, pengunjung kan hanya boleh sampai pelataran puncak. Tapi, pssst, saya sudah menyentuh lidah api Monas, lho.

Nih, buktinya.



Aku dapat emas, Mak! /Foto: Catherine



Sekali lagi saya katakan, saya sudah pernah menyentuh lidah api Monas. Tapi, bukan lidah api Monas di Jalan Lapangan Merdeka ... hehe ... tapi di Alive Museum Ancol.

Alive Museum
Kalau bukan karena diajak sepupu saya, mungkin sampai hari ini saya tidak akan tahu kalau ada Alive Museum di Ancol. 

Alive Museum Ancol sepertinya memang tidak terpublikasi sebaik wahana-wahana lainnya. Museum itu berlokasi di Mal Ancol Beach City, yang hanya dilewati para pengunjung pantai saat hendak pulang.

Ketika masuk mal, kami sempat ragu karena mal sepi. Ditambah lagi, kami datang sudah jam 7 malam setelah bermain di wahana Ancol lainnya. Petugas satpam pun tak terlihat. 
Pantang menyerah, kami naik elevator dan bertemu dengan petugas keamanan yang menunjukkan lokasi museum.

Ada Apa di Alive Museum?
Alive Museum berasal dari Korea. Di dalamnya terdapat lukisan, media digital, dan karya seni karya seniman Korea yang menghadirkan ilusi. 

Ilusi-ilusi yang dihasilkan, bisa terlihat jelas kala diabadikan dengan kamera. Untuk mendapatkan hasil ilusi sesempurna mungkin, disediakan panduan bagi pengunjung.

Selain Tugu Monas, ada ini juga:



Sersm-seram cantik /Foto: Nancy


Arung jeram /Foto: Catherine

Alive Star
Kapan, ya, bisa bertemu dengan bintang idola? Alive Star bisa jadi pilihan tempat mewujudkan impian itu. 




Aaa, Messi! /Foto: Nancy

Yiha! Meskipun hanya ilusi karena para idola dibuat dari lilin, tapi cukup menyenangkan hati.

Selain pesepak bola beken, ada bintang film Hollywood, tokoh negara, dan bintang K-Pop
.



Brad Pitt /Foto: Catherine

Tips
- Wahana buka jam 10, tutup jam 9 malam. Sebaiknya hindari datang malam kalau tidak rombongan. Museum sepi sehingga terkesan spooky.
- Bawa  fullcharged HP dan kamera
- Bawa jaket. Dingin!

HTM:
Rp 100.000,-/museum
Rp 150.000,- (Alive Museum & Alive Star) Rp 140.000,- (kedua museum jika punya annual pass Dufan dan follow instagram Alive Museum)