Selasa, 19 Januari 2016

Tema dalam Tulisan/Cerita


Penulis adalah salah satu profesi yang makin digandrungi, terlepas media apa yang ia pilih. Blog, buku, koran, atau majalah.

Penulis itu ibarat koki. Ada "bahan" dan "bumbu" yang ia butuhkan untuk menghasilkan sebuah karya tulisan.

Coba bayangkan, kalau ada teman yang datang tergopoh-gopoh lalu berkata, “Prens, gue mau cerita, nih.”

Kita langsung pasang telinga dan siap-siap khusyuk mendengar. Yakin, ceritanya bakalan seru banget.  “Cerita apaan?”

Eh, teman kita itu malah menatap langit-langit. Dahinya mulai mengerut. “Gue mau cerita apa, yaaa?”

Gedubrak. Dia aja enggak tahu mau cerita apa, apalagi kita? Dipikir cenayang kali. Hihihi....

Setali tiga uang dengan ilustrasi di atas, sebelum menulis, kita kudu punya tema dulu. Mau nulis tentang apa? Tentang gadget? Tentang wisata? Tentang mode atau pola asuh anak?

Tema
Tema adalah inti dari sebuah ide atau gagasan. Buat ladies yang udah jadi emak-emak, tema itu ibarat langkah pertama anak kita saat baru belajar berjalan. Jadi inget lirik lagu New Kids on The Block ini, “step by step, ooh, baby….” *Dudududu, semoga enggak ketahuan dari angkatan berapa. 

Tema dalam membuat tulisan atau cerita itu, sangatlah penting. So, step one, tentukan tema. 

Seri Kini Aku Tahu 
Seri Kini Aku Tahu yang dijadwalkan akan edar di toko buku bulan Februari 2016, mengangkat tema life skills untuk anak-anak. Life skills di mana saja? Di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan bermain dan tempat rekreasi. Tujuannya agar anak mampu mengambil keputusan dan bertindak demi keselamatan diri sendiri dan sesama.
 

Harga tiap judul Rp.25.000/Foto: Dok. Pribadi

Penokohan 
"Bahan" berikutnya setelah tema adalah tokoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar