Kamis, 21 Januari 2016

Alur dan Plot dalam Tulisan/Cerita



Sekilas, alur hampir sama dengan plot. Namun, ternyata keduanya berbeda dan berkaitan erat.

Plot adalah jalan cerita yang terdiri dari kumpulan peristiwa. Secara garis besar, plot terdiri dari pembukaan, pengenalan masalah, konflik dan penyelesaian masalah. 

Alur
Berbeda dari plot, alur adalah cara penyampaian unsur-unsur plot tadi. Ingat seloroh Teteh Syahrini  "Maju, mundur, maju, mundur, cantik, cantik"? Alur juga ada yang maju, mundur dan maju-mundur.

Alur maju tuh kalau peristiwa-peristiwa pembentuk cerita tadi disampaikan secara berurutan. Pertama, perkenalan. Dilanjutkan dengan munculnya masalah atau konflik sampai berakhir dengan penyelesaian masalahan. 

Contohnya film The Good Dino yang bikin banyak orang tua rela mengantre lama untuk membelikan tiket nonton buat anak-anaknya akhir tahun lalu. 

Kue untuk Cika, Gara-gara Sonabelle, Mei Mei Jadi Pengawas, Misteri Sebuah Permen, dan Pesta untuk Cika dalam seri Kini Aku Tahu juga menggunakan alur maju.




Buku cerita anak seri Kini Aku Tahu,
edar Februari 2016, 25 rb/eks/Foto: Dok. Pribadi



Lain halnya dengan alur mundur.  Jalan cerita biasanya justru dimulai dari konflik menuju penyelesaian. Setelah itu, baru kemudian penyebab timbulnya konflik dijelaskan. Terjadi flashback. Pembaca dibawa ke masa lalu. Hm, terus-terang, saya belum berhasil mengingat contohnya. Nanti saya update ya kalau sudah ada hasilnya.

Alur campuran kombinasi keduanya. Mula-mula kisah berjalan secara berurutan, sampai pada suatu waktu, terjadi flashback. Kemudian, kembali lagi ke masa kini dan berakhir pada penyelesaian. Alur ini ada di film produksi Disney berjudul Tangled.

Dari ketiga macam alur di atas, alur maju paling umum digunakan dan paling mudah diikuti.



 

2 komentar:

  1. kalau alur maju jadi gak terlalu mikir dulu menurut aku ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih enggak jelimet. Pemakaian flashback sebaliknya.

      Hapus