Sabtu, 25 April 2015

Singkong Coba-Coba

Saat saya kanak-kanak, ibu sering membuat kolak sebagai hidangan sore keluarga. Isinya potongan ubi jalar, pisang dan singkong.

Saya pun membuatkan anak saya kolak. Saya pikir, anak saya akan menyukai sajian tradisional favorit masa kecil saya itu. Ternyata, tidak.

Saya kembali mengenalkan camilan tradisional kepada anak saya: singkong. Berawal ketika saya melihat foto di daftar menu suatu kedai minuman aneka teh. Tampak menggiurkan, menggugah selera. Sluurp. Anak saya sepakat dengan pilihan saya.

Ternyata, anak saya suka. Dua porsi habis ia lahap. Singkong goreng yang diberi cocolan saus sejenis srikaya. "Ternyata kamu anak singkong," goda ibu saya.

Sabtu lalu, saya mendapat ilham untuk bikin singkong goreng. Beruntung, di pasar, ada sebuah lapak yang menjual hasil bumi tersebut. Berbekal ucapan ibu saya 'jangan yang ujungnya ungu', saya memilih singkong. Kalap, saya beli 3 kg ...hehehe.

Saya beruntung lagi karena penjualnya bersedia mengupaskan kulit singkong yang kotor berbalur tanah itu, sekalian memotong-motong dua.

Terinspirasi singkong mantan atasan saya, saya juga membeli bawang putih dan kunyit.

Gak pernah ngolah singkong kunyit, saya pakai jurus coba-coba dan suka-suka. Takaran bawang, kunyitnya suka-suka. Bahan lainnya juga suka-suka :D Ada bubuk ketumbar, saya pakai. Bubuk lada pun saya sertakan.

Semua bahan dimasak ....

Singkong pun siap digoreng.

Kegiatan memasak hari itu terasa bagai percobaan. Selain jurus coba-coba tadi, saya harus memasak lagi singkong yang sudah diungkep karena ternyata masih keras saat digoreng.

Jerih payah saya terbayar. Anak saya suka singkong goreng 'coba-coba'! Yiha!


2 komentar: