[My Birthday] It’s Not All About Me




Birthday is one of many important days in our life. On our birthday, we celebrate the new day added to our life while some people consider it as the day their life span is getting shorter.

Hurray for The Gifts!
          On the special day, we get many gifts. Some are visible things. Some are invisible, such as prayers and wishes.
“Happy Birthday! Stay healthy and successful.”
“Happy Birthday! Wish you all the best.”
“Happy Birthday! May happiness is always with you.”
Spatial and time differences don’t matter anymore thanks to the development of communication technology. We can receive virtual birthday messages with many cute icons, such as note symbols, a flower bouquet, and a birthday cake with candles, from our families and friends from around the world.

My Birthday is Not All About Me
On birthdays, the birthday girl or boy is usually the star of the day. She or he is the center of attention. As I get older and become a mom, I do believe that my birthday is not all about me. It’s also about the Lord and my parents. They play great roles in my life. Their good deeds make me who I am now.

My Birthday is Also About God
God is my creator. “You created every part of me; you put me together in my mother's womb” (Psalms 139:13). I was born with His permission.
God is my faithful life companion and takes care of me. “You know everything I do; from far away you understand all my thoughts. You see me, whether I am working or resting; you know all my action … You are all around me on every side; you protect me with your power” (Psalms 139:2-3, 5).
God is always there in my good times and my bad times. “I have the strength to face all conditions by the power that Christ gives me” (Philipians 4:13).

My Birthday is Also About My Mom and Dad
I am also so grateful to my loving parents. To my mom, who had carried me months in her womb. My mom who hardly slept during the final stage of her pregnancy because she couldn’t sleep on her back, neither on her stomach.
Endless thank you to my mom who has taken care of me. Even now, she still gives me great help in many ways.
There were definitely times when I was such a fussy, stubborn, whiny child, especially when I was sick. Thank you for being a patient and kindhearted mom.
Everlasting thank you to my dedicated and faithful father, who did his best for the sake of the family.
Endless thank you to him for being a role model in many ways: faith in God, integrity, compassion and learning without end. Wish we could stay together longer.
To my father,  
“… your memory's so clear
… You're still an inspiration
Can it be…  you are watching over me from up above
… I cherish all you gave me everyday
‘cause you are my forever love ….”
(“To Where You Are” by Josh Groban)
Finally, in celebrating my birthday on 6.1., I dedicate this song from my childhood, “Ayah Bunda Piara” to my parents.
“Bila kuingat lelah ayah bunda,
ayah bunda piara, piara akan daku,
sehingga aku besarlah.
Waktu ku kecil, hidupku amatlah senang,
senang dipangku, dipangku, dipeluknya,
serta dicium, dicium, dimanjakan,
namanya kesayangan.”

Happy birthday to me. Thank you, dear Lord, Mom and Dad.

Berburu Hadiah



Aku dan kau pasti suka hadiah. Ya, kan? Lebih tepatnya, suka mendapat hadiah. Bagaimana dengan memberi hadiah? Bagi banyak orang, memberi hadiah bisa bikin sakit kepala karena perlu persiapan kalau kita ingin penerimanya bahagia saat melihat hadiah pemberian kita.
Memangnya apa saja, sih yang harus disiapkan untuk berburu hadiah? Menurut saya, ini:
1.   Niat
Inti memberi hadiah adalah membuat penerimanya senang. Berburu hadiah akan menyita waktu dan energi kita. Oleh sebab itu, niat harus kuat agar ketika kebingungan atau rasa letih melanda, kita tetap bersemangat mencari hadiah.   

2.   Budget
Di dunia ini, apa, ya, yang masih gratis? Udara, sinar matahari, hujan. Semua buatan Tuhan. Kalau bikinan manusia, ada gak yang masih gratis? Kayaknya sulit ya menyebutkan apa saja.
Berdasarkan pengalaman nih, kalau budget besar, pilihan juga akan besar. Tapi, kalau budget terbatas, ini yang sering bikin runyam. Lihat barang yang memikat, eh, harganya melebihi anggaran. Alhasil, barang harus dikembalikan ke rak pajang.
 Pun membuat sendiri hadiah yang akan diberikan, bahan-bahannya membutuhkan biaya. Mau bikin kue, misalnya. Pilih mentega yang mahal atau margarin yang lebih murah? Kelezatan rasa dipengaruhi kualitas bahan-bahan pembuatnya.

3.   Tenaga dan Waktu
Berburu hadiah yang telah jadi atau membuat sendiri hadiah yang akan diberikan, sama-sama membutuhkan tenaga dan waktu ekstra. Makanya, berburu hadiah sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari dan tidak terburu-buru agar hasilnya memuaskan. Yang memberi puas, apalagi yang menerima.

4.   Profil Penerima Hadiah
Tujuan kita memberi hadiah, kan, supaya yang menerima senang. Oleh sebab itu, profil penerima hadiah juga penting untuk kita miliki. Siapa, nih, yang mau kita kasih hadiah? Orang lanjut usia? Anak-anak? Remaja? Ibu belia? Masa lansia kita hadiahi sepatu roda atau automatic scooter? Alamak.  
Orang itu hobinya apa? Jangan sampai orang yang gemar menjahit, kita beri kumpulan resep masakan. Atau, orang yang gak bisa berenang, kita beri kacamata renang. Atau, teman kita yang muslim, kita beri voucher makan di restoran yang menyajikan masakan tidak halal.
Mengenal seluk-beluk calon penerima hadiah akan memudahkan kita menentukan pilihan hadiah. Kita tinggal membuat daftar pilihan.
Kalau belum punya profil, bisa tanya orang-orang dekatnya.
Bertanya langsung kepada orang bersangkutan, “Kamu ingin kuhadiahi apa?” juga bisa dijadikan pilihan. Minta beberapa alternatif. Lebih baik memberi yang disukai, daripada hadiah kita tidak atau kurang bermanfaat.
Ada juga orang yang lebih suka diberi hadiah uang. Uang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan yang jadi prioritas. Pada kesempatan ulang tahun anak saya yang baru lalu, saya membisiki anak saya agar ia mengajukan permintaan kepada kakek neneknya: “Kasih uang saja.”
Mereka meluluskan permintaan anak saya. Uang tersebut ditabung agar kelak, bisa dibelikan barang yang memang diperlukan. Anak saya berhasil membeli sepeda dari sebagian uang tabungannya.

5.   Pilih Hadiah yang Bermanfaat
Saya paling enggak suka memberi dan menerima hadiah yang bisanya dijadikan pajangan. Selain bikin lemari atau meja jadi penuh, juga menambah jumlah barang yang harus dilap. Oleh sebab itu, menurut saya, nih, pajangan harus keluar dari daftar pilihan hadiah siapa pun. Pajangan adalah hadiah orang kepepet :p

Nah, buat yang lagi bingung mau berburu hadiah untuk teman atau keluarga, semoga dapat pencerahan. Atau, mungkin ada yang sedang bingung mau kasih saya? Hubungi saya untuk tahu hadiah impian saya. Hihihihi.