Jumat, 05 Juni 2015

The Woman in You

Dok. Pribadi


Pada masa penciptaan bumi dan isinya, Hawa diciptakan untuk mendampingi Adam. Sepertinya, konsep ‘pendamping laki-laki’ itulah yang menjadi patron sistem masyarakat tradisional. Apa saja peran perempuan? Mengurus keperluan suami. Memasak, mencuci, menggosok, dsbnya.
Saat punya anak, tanggung jawab perempuan makin besar. Mengandung, menyusui, dan mengasuh anak. Tapi, ruang gerak perempuan tetap terbatas di rumah. Perempuan hanya dibolehkan berkutat dengan urusan domestik.
Kemudian, zaman berubah. Meskipun belum semua perempuan mendapatkan, kesempatan untuk mengenyam pendidikan mulai terbuka. Bahkan, sampai ke jenjang yang sangat tinggi. Pendidikan berdampak pada perubahan pola pikir. Wawasan terbuka, keinginan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menyala.
Kini, banyak perempuan memilih mencurahkan perhatian demi karir di kantor daripada berkeluarga. Banyak perempuan yang menunda berkeluarga untuk mengejar impian, mengembangkan bakat dan minat.
Pun perempuan yang berkarir di rumah, tidak berpuas diri hanya menerima uang dari suami. Makin banyak perempuan yang berkarya dari rumah. Selesai dengan urusan domestik, perempuan memberi dirinya ‘me time’ untuk beraktualisasi.

Menemukan dan Mengembangkan Potensi Diri
Aktualisasi diri itulah yang menjadi pokok pembicaraan talkshow “Woman in You” di Flavor Bliss Alam Sutra, 18 April yang lalu. Dewi ‘Dee’ Lestari hadir sebagai sosok inspirator. 

Sayang, enggak bisa foto bareng dengan Dee.
Dee harus buru-buru pergi usai bincang-bincang/Dok. Pribadi
Siapa yang tak kenal Dewi Lestari? Mula-mula dikenal sebagai anggota grup vokal RSD. Masih ingat lagu Antara Kita, kan? Saat RSD bubar, Dee masih aktif di dunia tarik suara sebagai solois. Juga sebagai penulis lagu. *Saya suka lagu ciptaannya, Malaikat Juga Tahu. Kalau kamu?
Kemudian, masyarakat mulai mengenalnya juga sebagai penulis. Profesi yang bermula dari hobinya saat masih kelas 5 SD. Supernova, Rectoverso, Perahu Kertas, Madre, Filosofi Kopi adalah buah pikiran dan kreativitas-nya.
Seperti halnya orang-orang berprestasi lainnya, Dee cerita kalau semua pencapaiannya tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang harus dijalani.
Di dunia tarik suara, Dee jadi penyanyi latar Iwa K sebelum jadi anggota RSD.
Di dunia penulisan pun Dee menghadapi tantangan. Naskah-naskah Dee pernah ditolak redaksi majalah dan penerbit.
Perjuangan lainnya adalah bahwa sebelum menulis, Dee harus riset. Riset pustaka, internet dan “TKP”. Saat menulis novel Perahu Kertas, Dewi khusus ngekos di Bandung agar mendapatkan suasana yang akan ia gambarkan. Inspirasi Madre ia peroleh saat ikut kursus membuat roti.
Agar konsisten menulis, Dee selalu menyediakan waktu 2 jam tiap subuh.
Penuturan Dee membuat saya makin mengaguminya. Perempuan di dalam diri Dewi Lestari adalah perempuan yang punya energi besar untuk melakukan banyak hal positif. Inspiratif, ya.
Perempuan bagaimana yang ada di dalam dirimu? 

***

Tulisan di atas adalah very late report acara talkshow “Woman in You” di Flavor Bliss Alam Sutra. Tapi lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali. *Kasih semangat kepada diri sendiri.

Sangat disayangkan, selesai talkshow, saya dan keluarga harus balik ke Jakarta. Anak saya tiba-tiba demam dan mengeluh mual. Ujung-ujungnya, pulang dari Alam Sutra, kami harus ke rumah sakit. Rencana berkeliling di Flavor Bliss dan menonton aksi panggung ‘Dee’ di malam harinya, gagal total. Nulis tentang Flavor Bliss juga gagal. Meskipun demikian, saya tetap senang bisa hadir; bisa melihat sosok Dee dan mendengar pengalamannya secara live.

“Woman in You” terselenggara atas kerja sama Dari Perempuan dan Flavor Bliss Alam Sutra, Tangerang. Terima kasih! Juga buat Teh Ani Berta, salah satu suhu komunitas Fun Blogging yang sudah bagi-bagi info. Nuhun, Teh.

4 komentar:

  1. Aku juga gagal nulis ttg Flavor Bliss. Anak-anak UN dan UKK, ga bisa konsen lagi. Tapi masih pengin nulis ttg hasil ngobrol-ngobrol sama Dee.

    BalasHapus
  2. Setuju, nulis memang butuh konsentrasi. Semoga hasil ulangan anak-anak baik, ya. Gak sabar ingin membaca cerita Kak Haya tentang Dee.

    BalasHapus
  3. the woman in me is the one trying to explore the beauty of this world :)..salam kenal mba..terima kasih sudah share..kebayang serunya bareng Dee :). I'm a big fan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mbak indah. Salam kenal juga. Senang dapat teman baru.

      Terima kasih, ya sudah membaca tulisanku. Semoga impian Mbak tercapai, ya.

      Hapus