Selasa, 30 Juni 2015

Sayangi Hidupmu

Ilustrasi: Dok. Pribadi


Aku bosan hidup ini, tapi belum siap mati.
Apa yang terlintas dalam benakmu jika di dunia nyata, ada orang yang mengucapkan pernyataan di atas?
Kalau menurut saya, orang tersebut pasti sedang sangat jenuh, mumet dan suntuk berat. Jiwa dan emosinya sedang tidak sehat. Apalagi soal mati disinggung-singgung, meskipun ia bilang, belum siap mati.
Hm, siapa sih yang tidak pernah merasa bosan menjalani rutinitas?
“Ke sekolah lagi, ke sekolah lagi. Belajar lagi, belajar lagi.  PR lagi, PR lagi. UN lagi, UN lagi,” gerutu seorang pelajar.
“Bete banget, nih, sama kerjaan gue. Gitu-gitu aja. Enggak ada tantangannya,” seorang pekerja kantoran berkeluh kesah.
“Kamu masih enak, bisa mengunjungi tempat-tempat baru. Aku? Hanya ke pasar, sekolah anak dan rumah,” desah seorang ibu rumah tangga.
Siapa pun pernah dan bisa merasa bosan; berapa pun usianya, apa pun jenis kelamin dan profesinya, serta bagaimana tingkat ekonominya.

Tipu Daya Narkoba
Rasa bosan hanyalah satu dari sekian banyak tantangan yang akan selalu muncul selama kita masih hidup.
Rasa bosan yang tidak bisa diatasi, membuat kita stres dan depresi. Pikiran kita jadi seperti benang kusut.
Sering kali, teman yang memakai narkoba, memanfaatkan celah itu untuk mengenalkan narkoba kepada kita, “Gue jamin, elo enggak akan merasa bosan lagi. Sudah … pakai nih biar elo hepi.”
Saking suntuk, kita tidak berpikir panjang lagi. Kita menerima tawaran menggiurkan itu.
Hasilnya? Wow, benar banget! Setelah memakai salah satu jenis narkoba, kita jadi bersemangat. Perasaan kita yang tadinya sendu, berubah menjadi gembira. Wajah kita jadi ceria berseri-seri.    
Atau, ketika memakai jenis narkoba lainnya, kita jadi tenang. Enggak ada lagi, tuh, pikiran kusut karena memikirkan masalah.
Tapi, apakah benar masalah kita selesai? Jawabannya, tidak. Narkoba hanya menawarkan kesenangan dan ketenangan sementara sehingga kita melupakan kebosanan dan masalah. Contoh, sebelum memakai narkoba, kita yang pekerja, mungkin merana dengan kehidupan di kantor. Bos memperlakukan kita dengan semena-mena. Setelah pengaruh narkoba hilang, kita masih merana karena hardikan bos kepada kita masih saja tidak manusiawi. Mengapa? Karena kita sama sekali tidak menangani masalah sesungguhnya, yaitu tabiat buruk bos.

Jerat dan Dampak Narkoba
Jika kita memilih menggunakan narkoba, bersiaplah. Daftar masalah dalam hidup kita akan bertambah panjang.
Narkoba membuat kita kecanduan. Bagaimana tidak? Narkoba itu bersifat adiktif. Narkoba memicu munculnya senyawa kimia dopamin di otak dalam jumlah besar. Jadi, setelah sekali “mencicipi” narkoba, kita ingin memakai narkoba, lagi dan lagi.
Kecanduan narkoba akan membawa segudang dampak buruk terhadap kehidupan kita. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan otak dan organ tubuh, tetapi juga kesehatan emosional, sosial, dan spiritual kita.
Saraf dan organ tubuh kita rusak. Kemampuan berpikir menurun. Daya konsentrasi dan daya ingat melemah. Kemampuan mengambil keputusan terganggu. Kita cenderung impulsif, bertindak tanpa berpikir.   
Kita akan dijauhi dan menjauhi keluarga dan teman-teman baik karena narkoba menyebabkan emosi kita jadi labil. Kita mudah tersinggung dan marah. Tindakan dan ucapan kita pun agresif.
Karena kecanduan, akal sehat kita hilang. Apa pun kita lakukan untuk mendapatkan narkoba, bahkan dengan cara yang salah, seperti mencuri. Larangan Tuhan agar kita tidak mencuri tak lagi kita ingat dan pegang.
Dan akibat paling fatal adalah kematian. Ketika kita terus-menerus menggunakan narkoba, otak berusaha melindungi dirinya dari senyawa kimia dopamin yang berlebihan dengan cara melepas pusat transmisi saraf di otak kita. Akibatnya, kita tidak puas dengan dosis yang semula kita pakai. Dosis kita tambah. Risikonya tentu saja overdosis. Padahal, di dunia medis sendiri, penggunaan beberapa zat narkotika diatur demikian ketat agar tidak membahayakan jiwa pasien.  Ya, overdosis akan berujung kepada kematian.

Hidup adalah Anugerah
Jika kita bosan hidup, tapi belum siap mati, maka kita tidak punya jalan lain selain menjauhi narkoba. Memakai narkoba berarti bunuh diri secara perlahan.
Menurut orang bijak dan para konselor, cara kita memandang dan menjalani hiduplah yang harus diubah saat kita merasa bosan hidup karena masalah yang begitu menekan.
Hidup adalah anugerah sang Pencipta yang patut kita syukuri. Kita masih diberi kesempatan untuk menikmati kebersamaan yang indah dengan orang-orang yang kita sayangi. Kita masih diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat. Kita masih punya peluang untuk melakukan hal-hal baru yang positif. Kita masih diberi kepercayaan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi kebaikan sesama.
Dunia memang tak seindah yang digambarkan dalam kebanyakan sinetron atau film. Hidup seringkali tak adil dan mengecewakan. Namun, selama kita punya impian, kemauan dan usaha yang disertai senyuman serta rasa syukur kepada Sang Mahakuasa, kita pasti akan mampu mengatasi semua tantangan hidup. Niscaya, kelak kita menjadi pribadi yang sukses dan mulia, sehat raga, jiwa, emosional, spiritual, dan sosial.

 ***



Referensi
Buku:
Wirawan, Henny. Being Teens: Tanya Jawab Seputar Dunia Remaja. PT BPK Gunung Mulia. 2015.

Newsletter:
            “Silvia Adinda Wakili Indonesia di Forum Pemuda Antinarkoba di Wina” dalam UIUpdate, Edisi 3, Thn. VI, 2015, 12.
 
Media Online:

Pengertian Narkoba

Efek Negatif Pemakaian Narkoba

Dampak Buruk Narkoba

Berbagai Jenis Narkoba dan Dampak Negatifnya

Tips dan Trik agar Anda Terhindari dari Narkoba




   


 

6 komentar:

  1. Duh, jangan sampe karena merasa bosan rtrus bikin atau terjerat yang aneh-aneh. Serem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Terlalu banyak yang dipertaruhkan.

      Hapus
  2. bener mbak
    bagi sebagian orang, menggunakan narkoba emang bisa sedikit tenang
    tapi itu hanya sementara aja
    kalo dosisnya habis ya, dia kembali tersiksa...

    *pengalaman orang terdekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah baca-baca tentang narkoba, baru ngeh kenapa dua anak laki-laki yang tinggal satu jalan denganku meninggal. Dengar desas-desus mereka pakai narkoba. Memang jadi beda banget pemakai narkoba itu.

      Hapus
  3. padahal dunia juga indah ya knapa bosan hidup :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yang sedang stres, pasti hidup memang gak indah, Mbak :) Tiap manusia pasti merasakan. Tinggal bagaimana kita menghadapi stres itu.

      Hapus