Senin, 09 Januari 2017

Belajar Bahasa Jerman (Lagi) di Facebook


Siapa yang tidak tahu Facebook? Saya yakin, nama tersebut juga bahkan sudah akrab di telinga banyak anak kecil. Anak-anak kecil yang kerap melihat ibu mereka asyik berkutat dengan smart handphone, update status dan mengunggah berbagai foto: makanan yang mereka cicipi atau tempat yang mereka sambangi 😁



Facebook, yang diciptakan Mark Zuckerberg tahun 2004 tersebut memang sudah jadi salah satu pusat "kehidupan" orang masa kini.



Positifnya, di situ kita bisa reunian dengan teman/kenalan lama. Terbukti juga jadi lapak jualan dan sarana memperluas jejaring pertemanan sampai perjodohan.



Negatifnya juga tak kalah banyak. Banyak yang tertipu dengan “teman baru”. Kabarnya, banyak pula yang bersepakat berselingkuh di situ. Dan yang terkini, Facebook dijadikan media peredaran hoax dan arena bullying sampai ke tingkat meresahkan sehingga hari Minggu (8/1/17) yang lalu sejumlah pegiat media sosial dan anggota masyarakat sipil bersepakat menyampaikan deklarasi anti hoax.



"Bertemu" Mantan Guru

Beberapa hari yang lalu saya melihat di wall seorang teman sebuah postingan soal ruwet bahasa Jerman yang sedang ia kerjakan. 

Ternyata soal itu berasal dari seorang guru bahasa Jerman, yang juga mantan guru saya. Senang? Tentu saja senang. Singkat cerita, saya pun terkoneksi dengan sang guru. *Ternyata, saya bukan satu-satunya mantan muridnya yang gabung.

Belajar Bahasa Jerman Lagi

Mantan guru bahasa Jerman saya itu memang hobi banget membuat soal-soal latihan “Sagen Sie Anders”. Dalam bahasa Indonesianya kira-kira, “Katakan dengan kalimat lain (dengan maksud yang sama).”



Misalnya:

Ich will dich nie wieder sehen!

>> Du kannst mir gestolen bleiben!



Ich habe jetzt keine Lust spazierzugehen.

>> Mir ist jetzt nicht nach einem Spaziergangzumute.

Mengerjakan soal-soal latihan dari sang guru menyegarkan ingatan saya tentang bahasa Jerman. 

Thank you, Facebook!
Danke schoen, Herr Lehrer!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar