Kamis, 29 September 2016

Bukan Aku, Bu, Fiksi Anak Melawan Korupsi



Hari yang ditunggu-tunggu, tiba. Kemarin, saya menghadiri acara peluncuran buku-buku Indonesia Membumi di Indonesia International Book Fair 2016, JCC.

Jadi, ceritanya nih, IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) membuat sanggar kerja Indonesia Membumi. Tujuannya tersurat dalam nama sanggar kerja itu sendiri: Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi.

Ada 60 peserta (penulis dan editor dari 30 penerbit) yang ikut program tersebut. Hasilnya, puluhan buku bertema perlawanan terhadap korupsi diterbitkan. Mulai dari fiksi, nonfiksi dan faksi anak, remaja sampai buku umum.

Selain menerbitkan katalog buku Indonesia Membumi, KPK juga memberi penghargaan lho kepada para penulis, editor, ilustrator, desainer buku, dan penerbit dalam berbagai kategori.

Karya saya, Bukan Aku, Bu, tidak mendapat predikat fiksi terbaik. Namun, saya tetap merasa senang, terharu dan bangga mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam program Indonesia Membumi. Menurut Bapak Bambang Widjojanto, Indonesia Membumi adalah lompatan besar untuk melawan korupsi melalui literasi. Korupsi harus dilawan agar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tercapai.


Bukan Aku, Bu memuat learning value kejujuran. Kejujuran adalah satu dari sembilan nilai Integritas yang ditetapkan KPK dalam langkah menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak kanak-kanak.


Cerita Bukan Aku, Bu berlatar belakang salah satu tradisi di Bali. Diterbitkan oleh Penerbit Libri, imprint BPK Gunung Mulia Jakarta.







.

4 komentar: