Rabu, 13 Juli 2016

Menikmati Jakarta Selama Liburan Lebaran


Rasanya hampir semua sudah tahu, macetnya ibukota Indonesia itu kayak apa. Kendaraan roda dua dan empat selalu memadati jalan-jalan di Jakarta. Perjalanan bisa sampai 2-3 jam! Akibatnya, keluar dari kantor, langit masih terang, eh, sampai di rumah, langit sudah gelap.

Trus, kapan dong bisa menikmati kota Jakarta?

Yang pasti sih saat liburan Lebaran. Budaya mudik membuat banyak warga Jakarta meninggalkan ibukota untuk merayakan Lebaran di kampung halaman bersama keluarga besar. Banyak warga Jakarta yang meninggalkan kendaraan pribadi mereka di rumah dan mudik dengan transportasi massal, seperti pesawat terbang, kereta api atau kapal laut. Banyak pula yang memilih mudik dengan membawa kendaraan pribadi mereka. Alhasil, jalan-jalan di Jakarta lengang.

Apa saja yang bisa dilakukan di Jakarta selama libur Lebaran?
1.      Keliling Kota
Sebetulnya ada Mpok Siti. Itu lho, bus City Tour milik Pemprov. DKI. Hanya saja, rutenya terbatas: Balaikota – Thamrin – Bundaran HI – Juanda – Monas – Balaikota.
Kalau punya kendaraan pribadi, ini saat yang tepat untuk menyusuri jalan-jalan besar di Jakarta. Dari dalam kendaraan, Anda bisa menjelaskan kepada anak atau saudara, “Itu Museum Nasional. Itu Gedung MPR/DPR ….”

Foto di bawah ini saya ambil hari Minggu, 10 Juli yang lalu.
Jalan Sudirman ...

Jalan layang Pancoran ....


2.      Kunjungan ke Tempat Rekreasi
Waktu libur Lebaran yang lalu, saya sekeluarga mengunjungi 2 tempat wisata. Pertama, Dufan karena kami sudah punya kartu masuk tahunan. Kedua, Museum Sejarah Jakarta (MSJ) yang lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah. Saya ingin, anak saya juga tahu apa itu MSJ.

Saat libur Lebaran kemarin, pengunjung Dufan dikenai biaya tiket masuk seharga Rp350.000. Memang sih, pengunjung langsung dapat kartu bebas biaya masuk selama setahun. Tapi, tetap saja kerasa banget kalau disuruh bayar sekaligus untuk 3-4 orang. 

Untuk masuk ke MSJ, pengunjung dewasa dikenai biaya Rp5.000/orang, mahasiswa Rp.3.000/orang, dan anak-anak/pelajar Rp2.000/orang. 

Beda banget, ya, harganya. Itu juga mungkin yang menyebabkan MSJ sangat sesak waktu saya datang ke sana tanggal 8. Yup, harga tiket masuknya yang murah, membuat banyak orang lebih memilih ke sana ketimbang ke tempat-tempat rekreasi yang menguras isi dompet. 

Ini di halaman belakang MSJ saja lho ...


Ini tips dari saya:
1.  Kalau memang ingin mendatangi tempat wisata yang murmer, usahakan datang pagi-pagi, pas tempat rekreasi dibuka. Karena, semakin siang, selain cuaca semakin panas, pengunjung juga semakin banyak.
2.  Bagi yang tidak merayakan Lebaran, kunjungi tempat wisata sebelum hari H atau pada Lebaran ke-1. Antrean dan hiruk-pikuk akan lebih parah jika Anda datang pada Lebaran ke-2, dan hari selanjutnya.  


  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar