Selasa, 12 Januari 2016

Teliti Sesudah Membayar

Yuhuuu, shopping time! Siapa di sini yang tidak suka belanja? Saya suka. Yang enggak suka, ngeluarin uangnya dari dompet .... hehehehe.

Teliti Sebelum Membeli

Kita semua, khususnya emak-emak, pasti sudah tahu, dong, pesan ini: teliti sebelum membeli. Sebelum membeli sesuatu, kita pilah-pilih dulu. Beli cabe, enggak maulah kalau sudah puntung dan lembek-lembek. Beli jeruk, maunya yang kulitnya masih kencang. Beli sepatu, dicari-cari, ada codet di kulitnya, gak. Beli baju, ada lubang intip kecil enggak di bahannya.

Setelah oke semua, dengan langkah yakin dan hati puas karena berhasil mendapatkan yang diinginkan, kita bawa barang hasil seleksi ke kasir.

Teliti Sebelum Membayar

Di kasir, biasanya saya hanya memperhatikan kasir menge-scan barang belanjaan dan mengemasnya dalam kardus atau plastik. Sebelumnya, saya pasti bertanya dulu kepada kasir tentang produk-produk yang promo untuk memastikan kebenaran.

"Benar, ya, Mbak, beli 1 dapat 1?"

Atau,  "Betul, ya, Mbak, harganya jadi Rp32.000?"

Teliti Sesudah Membayar

Langkah berikutnya adalah pembayaran, baik secara tunai maupun dengan kartu debit/kredit.

Barang dan struk sudah di tangan. Siap melangkah keluar.

Eits, jangan buru-buru. Inilah saat yang saya maksud dalam judul di atas. Kita kudu teliti setelah membayar. Apakah uang yang kita bayarkan benar-benar sesuai dengan jumlah belanjaan kita? Atau, jangan-jangan, kita disuruh membayar lebih dari yang seharusnya?

Meniru kebiasaan ibu saya, saya selalu membaca ulang struk yang saya terima. Dan ternyata, berguna banget lho. Menjelang tutup tahun lalu, saya punya 3 pengalaman. Semuanya terjadi di toko yang ternama. Dua kali di supermarket, sekali di minimarket.

Pengalaman pertama, saya membeli 1 pak buncis baby. Tapi, ditagih 11 pak. Tagihan jadi selisih Rp100.000 lebih banyak. Sayang, saya tidak lagi menyimpan struknya.

Pengalaman kedua, saya hanya membeli 2 botol minuman. Di struk tertera 4 botol, yang membuat saya harus bayar 2 x lipat dari seharusnya.



Pengalaman ketiga, saya membeli 60 gram cabe merah keriting. Di struk ada belanjaan tambahan cabe merah besar seberat 1, 6 kg seharga Rp92.260. 

Busyet! Memangnya mau bikin ayam balado mercon?

Alhasil, saya bilang deh ke kasir dan setelah cek ulang, uang saya dikembalikan.

Bayangkan kalau saya baru ngecek struk saat di rumah. Pasti susah nge-buktiin kalau saya jujur. Pastinya pembuktian harus disertai barang bukti di TKP.

Yuk, jadi pembayar cerdas. Teliti sesudah membayar. 

8 komentar:

  1. kadang aku foto dulu harga yang tertera di rak mbak, untuk memastikan saat membayar di kasir. Pernah juga gak di diskon tapi karena ada bukti jadinya aku yang benar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu jg pnh aku alami. Mangkel deh.

      Hapus
  2. wah yang begini agak bahaya, lagi marak penipuan di minimart karna kita teledor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yg begitu. Tp kdg krn salah pencet lantaran buru2.

      Hapus
  3. iya loh, kita suka ngak teliti. ngak usah itu, sy aja kalo trasnfer suka salah angka, untung dilihat lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya salah pencet. Untungnya kl di atm, kita diingatkan utk ngecek lg.

      Hapus
  4. kadang lupa ngecek struk ya mbak. lebih baik lebih telita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang males periksa. Apalg kl belanjaan byk. Tp kudu periksa. Terbukti bbrp x mengalami kesalahan hitung di kasir.

      Hapus