Rabu, 30 Desember 2015

Peduli Sesama Bersama PMI


Apa yang terpikirkan olehmu saat mendengar nama Palang Merah Indonesia atau PMI?

Bukan Sekadar Mengurus Donor Darah
Mengurus donor darah? Ya, dulu saya juga beranggapan begitu. Ketepatan juga, keluarga saya punya pengalaman berkaitan dengan hal itu. 
Sekitar tahun 2007, almarhum ayah saya harus menjalani operasi dan mendapat transfusi darah. Untuk mengganti stok darah yang terpakai, keluarga dan teman-teman yang memiliki golongan darah sama dengan ayah saya, berkumpul di Kramat Raya No. 47, lokasi PMI DKI Jakarta. Yang lolos uji kelayakan untuk menjadi pendonor, segera menjalani proses pengambilan darah.
Namun, PMI ternyata enggak sekadar ngurusin pelayanan darah yang aman untuk kepentingan pelayanan kesehatan.
Suatu pagi di bulan Februari tahun lalu, seorang teman kantor saya mengalami serangan stroke. Teman-teman kostnya menghubungi dua rumah sakit terdekat agar segera mengirim ambulans untuk mengevakuasinya ke rumah sakit. Namun, usaha tersebut nihil karena ketiadaan sopir ambulans.
Akhirnya, seorang dari mereka menghubungi dan mendatangi PMI DKI Jakarta. Ambulans pun datang beserta beberapa petugas PMI.

Organisasi Kemanusiaan
Masih banyak lagi, lho, aksi PMI yang menyuarakan semangat ayo peduli bantu sesama, yaitu:
-    menerapkan manajemen penanggulangan bencana (sebelum bencana terjadi, saat bencana terjadi dan paskabencana) serta memberi pertolongan pertama darurat saat terjadi kecelakaan, bencana, maupun konflik;
-    mengedukasi masyarakat mengenai kebersihan serta kesehatan diri dan lingkungan;
-   mengolah air bersih dan sanitasi melalui pendirian Pusat Air dan Sanitasi Darurat PMI di Jatinangor Bandung serta program Watsan;
-   memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak, remaja, dewasa, lansia,  penyandang cacat dan bahkan pekerja kemanusiaan dalam situasi bencana atau kecelakaan;
-    mengadakan pembinaan generasi muda untuk mencegah penyebaran HIV dan AIDS serta menjalankan program rujukan pengobatan, dukungan dan perawatan bagi ODHA, dan
-    memfasilitasi operasi katarak gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
Wow, banyak, ya!

Donasi untuk Sesama
Tidak dapat dipungkiri, program-program kemanusiaan PMI membutuhkan biaya yang besar. Contoh, pelayanan darah yang aman untuk kesehatan melalui transfusi darah.
Dimulai dari kegiatan pengumpulan calon donor darah, lalu penyeleksian donor, pengambilan darah donor, serta pengolahan darah menjadi komponen “Trombocyte, Plasma segar beku (FFP), sel darah merah pekat (PRC), Anti Hemophili Factor (AHF), cairan plasma, seldarah merah pekat miskin lekosit”. 
Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan 4 macam penyakit (HbsAg, HCV, HIV, Syphilis), kemudian penyimpanan tiap komponen darah dengan suhu dan masa masing-masing.
Terakhir, darah didistribusikan ke sarana-sarana pelayanan kesehatan untuk kemudian diteruskan kepada pasien yang membutuhkan. Wow, panjang sekali, ya, prosesnya. Tingkat kerumitannya pun pasti sangat tinggi.
Oleh sebab itu, PMI  sangat membutuhkan dukungan dana dari masyarakat melalui kegiatan Bulan Dana PMI agar program-programnya dapat terus dilaksanakan.
Bantuan kita dapat ditransfer melalui bank-bank sebagai berikut:
-    Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomor Rekening: 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta
-    Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening: 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta
-    Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta
Ayo peduli bantu sesama. Dukung PMI dengan berdonasi.
Sumber: citizen6.liputan6.com



2 komentar:

  1. semoga makin banyak yang peduli sesama, salah satunya lewat PMI ya

    BalasHapus