Sabtu, 13 Juni 2015

Mi Tropicana Slim, Mi Rendah Garam, Lemak dan Kalori



 

Mi Tropicana Slim rebus ala saya. Nyam, nyam/Dok. Pribadi



Siapa yang suka makan mi, acungkan tangan. Satu, lima ... tiga puluh orang .... Yup, mi memang digemari masyarakat. Anak-anak maupun orang dewasa suka makan mi. Bahkan, mi yang tadinya hanya dikenal masyarakat Asia, kini telah mendunia.

Mi Basah dan Mi Kering
Mie Lovers sudah pada tahu, kan, kalau dulu hanya ada mi basah? Mi dibuat dari adonan mi yang digulung dan ditarik berulang kali ... dengan tangan! *Pfuh, usap keringat. Sampai akhirnya, mi kering diciptakan di Jepang pada tahun 1958. Sang inovator bernama Momofuku Ando, pria berdarah Jepang Taiwan.
Berkat inovasi kreatif Momofuku Ando, mi jadi tahan lama. Mi bisa disimpan 4-12 bulan, lho. 
       Selain itu, orang dapat menyiapkan mi dalam waktu singkat, hanya sekitar 3-4 menit. Enggak perlu olah otot ala gulung-renggang-adonan lagi. Mi cukup direbus di dalam air lalu diberi bumbu yang juga tersedia dalam kemasan. Praktis.
“Aku capek. Untung ada mi instan,” cerita teman saya tentang menu malamnya kemarin. 
Teman saya, saya dan banyak orang lainnya sering menjadikan mi kering sebagai solusi saat kepepet.

Mi Instan dan Kesehatan
Menurut para ahli kesehatan, mi instan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Penyebabnya tak lain karena kandungan garam, lemak dan kalori mi instan tinggi.
Kandungan tersebut berasal dari bahan-bahan yang justru membuat mi instan tahan lama. Apa saja, sih?
Pertama, pengeringan mi instan umumnya menggunakan proses penggorengan. Mi digoreng dalam minyak bersuhu 140-160 derajat Celcius. Kandungan air dalam mi tinggal 2-5 % saja.
Kedua, mi instan dibuat dari campuran tepung terigu, minyak kelapa sawit dan garam. Selain itu, bumbu penyedap kaldunya juga mengandung garam. Alhasil, kandungan garam dan karbohidrat mi instan tinggi.

Pengalaman Pertama Menyantap Mi Tropicana Slim
Suatu hari, saya membaca pengalaman seorang teman mengonsumsi Mi Kering Tropicana Slim. Tropicana Slim mengeluarkan produk mi? Bukannya mi salah satu pantangan bagi orang yang berdiet? begitu pikir saya.
Penasaran, saya cari Mi Kering Tropicana Slim di pasar swalayan. Ketemu. Di kemasannya tertera info kalau Mi Kering Tropicana Slim rendah garam, lemak dan kalori. Hm, saya tambah penasaran. Saya pun membeli.
Di rumah, saya langsung mengolahnya. Sesuai kebiasaan saya kalau memasak mi instan, saya menuangkan bumbu Mi Kering Tropicana Slim sedikit dulu. Saya cicipi, gak terasa. Tambah lagi, belum terlalu terasa. Akhirnya, saya memutuskan memakai semua.
Benar, lho, waktu saya santap, rasa asin Mi Kering Tropicana Slim pas. Padahal, biasanya, kalau saya masak mi instan, hanya sedikit bumbunya yang saya pakai. Soalnya, asiiin. Dokter menasihati saya, "Kurangi garam." 
Satu lagi, selesai makan Mi Kering Tropicana Slim, saya tidak merasa begah, engap. Ternyata, menurut informasi di bit.ly/mitropicanaslim, Mi Kering Tropicana Slim dikeringkan dengan proses panggang, bukan goreng. Jadi, rendah lemak dan kalori. O, pantas saja. Sip, deh. Mi Kering Tropicana Slim jadi pilihan kalau lagi kepingin makan mi instan.

2 komentar:

  1. Ada mi sehat ini sangat bermanfaat.
    saya suka mi, karena usia, saya harus memebatasi makan mi heheh
    Namun info mi sehat ini memberi pilihan yang bagus
    Makasih mba Nancy

    BalasHapus
  2. Hai, Mbak Nefertite! Kayaknya, godaan makan mi itu memang besar ya ... hehehe ....
    memang betul, kalau ingin mengonsumsi sesuatu, kita musti lihat kandungannya terlebih dulu.

    BalasHapus