Sabtu, 04 April 2015

Summarecon Digital Center Serpong, One-Stop Center Kebutuhan IT dan Rekreasi



     Sabtu, 28 Maret yang lalu, saya bersama anak dan suami menuju Summarecon Digital Center (SDC) di Serpong. Menurut teman saya, Mbak Haya Aliya Zaki, ada food truck festival di sana. Saya penasaran, apakah food truck festival tersebut berbeda dari food truck festival yang pernah saya dan keluarga datangi di tempat lain.

Food Truck Festival “Digitalicious”
     Kami sempat terkena kemacetan lumayan parah karena salah jalan. Tapi, akhirnya kami sampai juga di SDC. Berbekal informasi dari pihak keamanan, kami langsung menuju area parkir Utara. Di sanalah Food Truck Festival “Digitalicious” digelar.

     Ternyata, area festival masih lengang. Mungkin, karena diadakan di tempat terbuka, banyak orang memilih datang sore agar terhindar dari terik matahari.  


Areanya luas. Meja makannya banyak dan tertata rapi.
Untuk melancarkan transaksi berjual beli kuliner, panitia menyediakan booth-booth penjualan kupon sebagai pengganti uang tunai. Nilai terkecilnya Rp1000. Harga makanan dan minuman yang diperjualbelikan juga disesuaikan dengan besaran nominal kupon tersebut. Sebagian besar makanan dikenakan harga Rp20.000 per porsi.
 
Kupon yang tersisa dapat ditukarkan kembali dengan uang tunai.
Pilihan Kuliner yang Unik dan Beragam
Di Food Truck Festival “Digitalicious” pengunjung bisa menikmati kuliner beragam jenis. Misalnya, Loco Mama, Amerigo, Street Ramyun, dan Fat Belly.

Fat Belly adalah food truck yang paling diminati pengunjung. Antrean tak kunjung habis. Makin sore, malah makin panjang. Penasaran, akhirnya saya ikut mengantre. Mulai dari waktu langit masih cerah sampai meredup karena tertutup awan tebal. Mulai dari waktu hujan masih rintik-rintik sampai turun deras! Fighting!  

     Setelah 1 jam mengantre dan menunggu, saya berhasil mendapatkan hidangan yang saya inginkan tersebut. Ampun, deh, benar-benar perjuangan!

Untuk melengkapi burger Fat Belly, saya mampir ke sebuah food truck yang menjual minuman berbahan dasar susu segar. Mereknya, Mas Bro. Nama-nama minuman yang ditawarkan mirip nama orang dan minuman keras. Misalnya, suwardi alias susu tawar dingin. Sukarno alias susu avocado rasa cappucino. Es vodka alias susu avocado mocca. Yang terakhir jadi pilihan saya.

Saya dan keluarga segera bersantap malam. Nyaam, burger Fat Belly memang enak! Enggak sia-sia perjuangan saya mengantre. Jargon Fat Belly “Come Hungry, Leave Happy” pas banget, tuh. Kelaparan karena mengantre lama, bikin selera makan pembeli makin besar. Hihihi.


Warna roti burger Fat Belly unik, ya. Tapi, bukan karena gosong, lho.


Saya acungkan jempol kepada SDC karena juga memberi tempat untuk kuliner Nusantara. Es doger, sate ayam, nasi ulam, mi Jawa, asinan Betawi adalah beberapa kekayaan hidangan Indonesia yang ditawarkan. Nasi goreng Jawa dan sate ayam jadi pilihan untuk makan siang anak saya. Hihihi ... lidah Indonesia banget, ya.

Kalau saya, saya pilih asinan Betawi, asinan sayur yang disertai kerupuk keriting berwarna kuning dan saus kacang, sedangkan suami saya memilih pisang goreng keju.


Hidangan dimasak dengan bahan bakar arang batok kelapa.


Penampilan boleh biasa, tapi, rasanya, hmmm, enaaak! Beda dari pisang goreng umumnya!


Summarecon Digital Center
Saya dan keluarga baru kali pertama itu, lho, ke SCD Serpong. Dari spanduk yang saya baca, Food Truck Festival “Digitalicious” berlangsung dari 27 Maret-5 April 2015. Jadi, kalau festival itu sudah usai, ada apa lagi di SDC tersebut?


Saya dan keluarga beruntung dapat mengikuti tur yang dipandu Mbak Andien dari SDC. Kami diajak berkeliling untuk cari tahu, ada apa saja di SDC. Hari itu, tur diadakan bagi blogger yang ingin mengikuti Digitalicious Writing Competition SDC Serpong.

Selesai tur, saya jadi teringat pepatah bijak yang mengatakan kalau hidup harus seimbang: body, mind and soul-balanced. Tampaknya, Summarecon Digital Center (SDC) Serpong yang diresmikan tanggal 30 Juni 2014, ditujukan sebagai one-stop center untuk pemenuhan ketiga kebutuhan tersebut.

Sebagai makhluk pembelajar dan makhluk sosial, manusia butuh informasi dan berkomunikasi. Tak heran, teknologi informatika dan komunikasi mengalami kemajuan yang pesat. Nah, warga Serpong dan sekitar yang ingin membeli peralatan komputer, gadget dan teknologi mobile lainnya, dapat mendatangi SDC.


Area Ideation, lantai 2, tempat acara lelang on the spot tiap Sabtu dan Minggu, mulai jam 6 sore. 
 Ada juga lelang online tiap Minggu di situs www.sdc-serpong.com. 


Untuk memenuhi kebutuhan makanan, tersedia Garden Walk yang berkonsep outdoor dining. Jadi, meskipun Food Truck Festival “Digitalicious” usai, pengunjung SDC tetap dapat bersantap sambil menikmati alam terbuka.

Scientia Square Park
Bagi kita yang tinggal di kota besar, gedung-gedung tinggi sudah jadi pemandangan sehari-hari. Tapi, siapa sangka, di SDC Serpong ada taman bernama Scientia Square Park seluas 7,5 hektar! Wow!
 
Spot wajib untuk diabadikan selesai berekreasi

Scientia Square Park (SSQ Park) didesain untuk mendekatkan manusia kepada alam. Yup, alam adalah sahabat manusia. Kelangsungan hidup manusia tak akan bertahan lama tanpa alam yang asri. Oleh sebab itu, manusia juga harus bisa menjadi sahabat alam. Manusia harus mencintai dan memelihara alam.

Dari semua fasilitas yang ada di SDC Serpong, SSQ Park-lah yang paling berkesan di hati saya. Daftar alasan saya panjang, nih.

Akhir-akhir ini, saya dilanda kebosanan mendatangi pusat perbelanjaan. Begitu melihat SSQ Park di SDC, kekhawatiran akan rasa bosan langsung sirna. Sungguh! SSQ Park dapat dijadikan destinasi pilihan untuk berekreasi di akhir pekan selesai berbelanja kebutuhan IT.

Melepas penat, memandangi ikan-ikan koi.
Beristirahat di saung, seperti berada di pinggiran sawah di desa
SSQ Park juga ramah anak. Di Kids Playground, anak-anak kecil dapat bermain dengan aman dan nyaman.

Lantai Kids Playground dibuat dari bahan yang aman untuk meminimalisir cidera jika anak terjatuh.
Ada pula area Amphitheater. Tanah di zona itu ditanami rumput sehingga aman untuk dijadikan tempat anak-anak lari-larian dan guling-gulingan. Bebas, lepas. 

       Di area ini, SDC pernah mengadakan nonton bareng film Frozen, lho. Kebayang sama saya, habis nonton, anak-anak, terutama anak-anak cewek berlari di situ, membayangkan diri jadi Elsa yang berlari di gunung es. Hihihihi.

Luas, kaaan



Anak sering tidak menghabiskan nasinya? Anda bisa membawanya ke Paddy Field. Zona tersebut merupakan sawah sungguhan yang dikelola oleh petani. Di situ Anda bisa mengenalkan tanaman padi kepadanya dan menjelaskan proses panjang bagaimana nasi bisa ada di rumah Anda.

SDC pernah mengundang anak-anak TK untuk berkunjung ke Paddy Field di SSQ Park. Bersama petani, mereka menanam benih padi. Dan saat panen tiba, mereka diajak lagi untuk datang memanen. Keren, ya!


Sawah di tengah kota


Kegembiraan belum usai, lho. Masih ada taman-taman kupu-kupu, The Metamorphosys, yang bikin saya dan anak saya masih bersemangat menjelajah SSQ Park. Sambil melihat kupu-kupu, kita bisa menjelaskan kepada anak proses metamorfosis, dari ulat menjadi kupu-kupu.

Kupu-kupu yang lucu dan sibuk bekerja


Untuk orang dewasa yang bernyali besar, bisa menguji adrenalin di Wall Climbing.

“Mbak, mau coba?” tanya Mbak Andien kepada saya waktu kami mengunjungi wahana tersebut.

Saya hanya bisa nyengir kuda dan menggeleng. Hiiii, terima kasih, deh.

Berani coba?

Menurut Mbak Andien, SSQ Park juga sering dijadikan tempat kumpul berbagai komunitas. Nah, kalau Anda dan komunitas mau berkunjung, hubungi dulu ya pihak pengurus SSQ Park agar tidak bentrok dengan jadwal kunjungan komunitas lain. 

Para penyuka skate, baik yang baru belajar maupun yang sudah mahir, bisa langsung menuju ke Skate Park.



Penyuka Racing Control, boleh “ngebut” di The Twister.

Ngebut di jalanan enggak boleh. Ngebut di sini, boleh.

Seru, kan?! Semua fasilitas di atas dapat kita nikmati dengan membayar Rp30.000 di hari kerja dan Rp50.000 di akhir pekan.

Tanda masuk dari kertas wajib dipakai di tangan seperti gelang.

Satu hal yang saya sayangkan, jumlah tempat sampah di SDC dan SSQ Park kurang banyak. Kondisi ini bisa memperbesar celah orang buang sampah sembarangan, lho. Sayang, kan.

Nah, bingung mau ke mana akhir pekan nanti? SDC dan SSQ Park Serpong bisa Anda coba. Mengingat cuaca akhir-akhir ini sering berubah-ubah, dari panas kemudian tiba-tiba hujan, kudu ingat bawa payung dan air minum. Dan tentunya, kamera!



8 komentar:

  1. Waaa seru banget SQP nya, cocok buat wisata alam dan olahraga ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Kok kita enggak berjumpa, ya, di sana? Agak sorean, ya, datangnya?

      Hapus
  2. Nancy Duma, sayang pake bingitz Bunda tidak bisa menikmati keramaian Food Truck karena harus mendampingi cucu yang kurang sehat. Kebayang sih lebih ramai dari Food Festival terdahulu. Postingannya lengkep-kep-kep bikin nyesel gak bisa dateng, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Bun. Tadinya, aku juga nyaris enggak jadi datang. Tapi penasaran sama SDC Serpong.

      Sudah sehat, kan, sekarang cucu Bunda?

      Hapus
  3. Hay Nancy, Postingannya sungguh detail, foto makanannya seru, plus bikin clegukan neeeh
    btw, blogmu kereen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mbak. Terima kasih, ya, sudah mampir dan membaca tulisanku.

      Hapus
  4. Burger fat belly itu rameee bener yah mbak yang ngantrinya, sehingga memgurungkan niat untuk membelinya hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siangnya, aku berpikiran begitu. Hi, ngepain amat antre lama-lama hanya untuk dapetin burger.

      Tapi, karena penasaraaan, jadilah aku ikutan. Daripada terbawa mimpi :D

      Terima kasih, ya, sudah baca tulisanku.

      Hapus