Rabu, 01 April 2015

Pendidikan Seks, Bukan Pornografi

Pada tanggal 28 Februari yang lalu, saya menghadiri talkshow tentang remaja dan pornografi. Psikolog dan psikoterapis bernama Henny Wirawan menjadi pembicaranya. 

Talkshow tersebut dihadiri oleh banyak kalangan. Bahkan, ada lho, sepasang suami istri yang datang, meskipun anak mereka baru usia 3 tahun. Hebatnya lagi, ada seorang bapak yang sudah lanjut usia, turut hadir. Saya pribadi sangat menyayangkan sedikitnya jumlah remaja yang datang. Padahal, target utama talkshow adalah remaja.

Apa saja yang saya pelajari di talkshow tersebut, saya tuliskan dan saya serahkan kepada redaksi majalah Inspirasi, majalah ber-tagline inspirasional, spiritual, motivasional. Kemarin, tulisan saya tentang acara talkshow Remaja dan Pornografi tayang di majalah terbitan BPK Gunung Mulia tersebut.

Tentu saja, menghadiri talkshow serta menimba ilmu langsung dari narasumbernya lebih "klik". Meskipun demikian, saya berharap, semoga tulisan ini memberi gambaran mengenai pentingnya pendidikan seks untuk mengurangi pengaruh buruk pornografi..

Tulisan saya yang dimuat di majalah Inspirasi edisi April 2015. Sangat disayangkan, karena kesalahan teknis, nama saya sebagai penulis, tidak tercantum. Namun, redaksi sudah meminta maaf atas kesalahan tersebut

Henny Wirawan dan Direktur BPK Gunung Mulia, Johan Tumanduk, dalam peluncuran buku baru Being Teens

Tidak ada komentar:

Posting Komentar