Jumat, 27 Maret 2015

Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil (Bagian 2)




Selain hyperthermia, apa lagi yang bisa membahayakan keselamatan anak jika anak ditinggal sendirian dalam mobil?

Mobil Ditinggal, Maling Bertindak
Beberapa minggu lalu, ketika berada di suatu ruang tunggu, mata saya tertumbuk pada sebuah majalah lusuh di bangku. Reader’s Digest Indonesia edisi Januari 2007. Daripada bosan menunggu, saya ambil majalah itu. 
       Di dalamnya, saya menemukan sebuah kisah nyata dari sebuah keluarga. Memang, sih, kejadiannya di luar negeri. Tapi, pasti bisa terjadi dengan keluarga mana pun di seluruh dunia.
Begini ceritanya. Hari masih pagi. Sebuah keluarga bersiap-siap beraktivitas. Mobil sudah dinyalakan. Anak sudah masuk mobil. Ibu dan anak siap berangkat. Sedangkan sang ayah akan berangkat belakangan.
Tiba-tiba, si ibu teringat sesuatu. Ada yang tertinggal. Buru-buru dia keluar dari mobil sambil mengingatkan anaknya untuk tetap tinggal di dalam mobil.
Saat naik ke tingkat dua rumahnya, si ibu mendengar deru mobil dijalankan. Ternyata, ada orang yang mencuri mobilnya! Celakanya lagi, sang anak ada di dalam mobil!!!
Sang ayah langsung mengejar si pencuri dengan mobilnya. Si ibu langsung menghubungi polisi. Singkat kata, cerita tersebut berakhir dengan tangis bahagia campur lega. Aksi kejahatan dapat dihentikan. Sang anak selamat.
Artikel di atas ditutup dengan pesan amat penting sebagai berikut,Keluarga Ardizone mengatakan kalau pengalaman mereka bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua agar tidak meninggalkan anak-anak mereka sendirian di mobilbahkan di jalanan depan rumah sendiri—meski hanya semenit. Menit itu … dapat berubah menjadi mimpi yang amat buruk.”

Anak Ingin Bereksplorasi dan Meniru
Anak-anak cepat merasa bosan saat ditinggal. Dan saat itulah, timbul keinginannya untuk mencoba-coba benda-benda yang selama ini jarang atau tak boleh dia pegang. Atau, dia ingin mempraktikkan hal-hal yang selama ini orangtuanya lakukan alias meniru. Apa jadinya kalau rem tangan mobil dia angkat atau pedal gas dia tekan? Hiii, ngeri!
So, Moms and Dads, yuk, kita lebih hati-hati demi keselamatan jiwa anak kita.

2 komentar:

  1. serem juga mbak, kejadian di luar negeri itu
    ga bisa ngebayangin kalo anaknya diculik dsbg...

    kayak film home alone gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Seram ....
      Ternyata kejadian itu sudah pnh tjd jg lho di jakarta. Tetangga tanteku py pglmn serupa.

      Terima kasih, ya, sudah baca tulisanku.

      Hapus