Rabu, 25 Maret 2015

Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil (Bagian 1)



Suatu hari, anak saya bercerita. Kakeknya membawa dia ke apotek. Tiba di lapangan parkir, kakeknya meminta dia menunggu di dalam mobil. Tapi, anak saya menolak mentah-mentah ide ditinggal sendirian di dalam mobil. 
Selesai mendengar cerita itu, saya mewanti-wanti suami dan anak saya untuk mengingat hal ini: anak tidak boleh ditinggal di dalam mobil tanpa ditemani. Anak juga harus turun dari mobil. Mengapa? Karena meninggalkan anak di dalam mobil itu berbahaya.

Hyperthermia, Salah Satu Penyebab Kematian Anak
Beberapa artikel Washington Post pernah membahas kasus kematian anak akibat ditinggal orangtua di dalam mobil yang tertutup. Hal pertama yang terlintas di benak kita, pasti ‘kok bisa, sih, ada orangtua yang kayak begitu?’ 
Sayangnya, ternyata banyak, lho, Moms and Dads. Sebagian besar dari mereka sebenarnya tidak sadar kalau anak mereka masih berada di dalam mobil. Dengan kata lain, mereka tidak sengaja. 
     Karena berbagai penyebab, para orangtua tersebut lupa. Kondisi itu diperburuk dengan situasi bahwa sebagian besar dari korban masih usia bayi sampai balita. Mereka tidak bisa protes saat ditinggal di dalam mobil.
Alhasil, ketika kembali ke mobil, para orangtua baru tahu kalau anak mereka ternyata di dalam mobil. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Anak mereka telah tewas akibat hyperthermia; tubuh sang anak tidak mampu lagi beradaptasi dengan panas yang berlebihan. Hiks, sedih banget ....

Ketika Mobil Tertutup Rapat
Kita semua yang punya mobil, pasti lebih suka parkir di tempat parkir tertutup kalau hari masih siang.  Ketika mau naik mobil lagi, kita segera membuka jendela lebar-lebar, bahkan walaupun mobil kita diparkir di dalam ruangan. Iya, kan?
Penyebabnya tak lain karena hawa panas di dalam mobil sangat menganggu kenyamanan kita. Kita merasa pengap dan kepanasan. Udara yang keluar dari AC mobil pun tak membantu jika angin dari luar tak dibiarkan masuk ke dalam mobil terlebih dulu.
Jan Null, seorang meteorologiwan di San Fransisco, meneliti hubungan antara anak-anak dan kematian akibat hawa panas dalam kendaraan. Dia menyatakan fakta berikut ini. Pertama, suhu dalam kendaraan yang tertutup dan diparkir di bawah terik matahari, akan meroket 20 derajat dari suhu luar semula hanya dalam waktu 10 menit. Kedua, suhu tubuh anak-anak meningkat 3-5 kali lebih cepat dari orang dewasa.
Animasi perubahan suhu saat mobil dijemur di bawah terik matahari / Sumber: washingtonpost.com

Pesan Teramat Penting bagi Orangtua
      Oleh sebab itulah, Jan Null membuat serangkaian pesan teramat penting bagi orangtua demi menjaga keselamatan jiwa anak:
1.   Jangan tinggalkan anak tanpa pendampingan dalam kendaraan, meskipun hanya semenit.
2.   Sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan semua penumpang telah turun/keluar dari mobil, termasuk bayi atau anak yang sedang tidur.
3.   Selalu kunci mobil Anda. Simpan kuncinya di tempat yang aman dari jangkauan anak.
4.   Tekankan kepada anak bahwa kendaraan bukan tempat bermain.  
5.   Jika anak hilang, selalu cek ke dalam mobil terlebih dulu, termasuk bagasi.
6.   Jika Anda bepergian dengan anak, bawa serta mainannya. Mainan akan mengingatkan Anda pada anak Anda.
7.   Biasakan melongok ke dalam kendaraan sebelum Anda meninggalkan tempat parkir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar