Jumat, 16 Mei 2014

Save Our (Children’s) Souls: Bergerak Melawan Kejahatan Seksual terhadap Anak (Bagian 2)



Kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia di tahun 2014 meningkat tajam. Satu per satu kasus terkuak. Dari hari ke hari, kita terus dikejutkan dengan pemberitaan di media mengenai kasus kejahatan seksual. Nusantara tidak lagi jadi tempat yang aman bagi anak-anak Indonesia. Bahkan, menurut berita yang dilansir Tempo, FBI mengungkapkan hasil penyidikannya kepada kepolisian RI bahwa Indonesia adalah surga bagi para pedofil, termasuk pedofil internasional. Apa yang harus kita lakukan?

Seperti di Indonesia, jumlah kejahatan terhadap anak di India sangat besar, termasuk kejahatan seksual. Menyeriusi masalah sosial tersebut, pemerintah India membentuk Childline India Foundation (CIF), seperti KPAI di Indonesia. CIF bertugas menangani kasus-kasus kejahatan terhadap anak di India. Visi pendirian lembaga ini adalah menjadikan India negara yang ramah anak dengan cara menjamin hak-hak dan perlindungan terhadap semua anak di India. 

Salah satu bentuk pelayanan CIF kepada masyarakat adalah menyediakan layanan telepon 24 jam bebas biaya bernama CHILDLINE di nomor 1098. CHILDLINE berfungsi layaknya 911 di Amerika. Bedanya, CHILDLINE ditujukan khusus untuk menanggapi telepon permintaan bantuan yang berkaitan dengan masalah kejahatan terhadap anak dari seluruh pelosok India.

CIF juga mencari jalan untuk menginformasikan kepada anak, orangtua, guru dan sekolah cara mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak-anak. Sebab, menangani akibat kejahatan seksual seperti mengonseling korban dan menghukum penjahat kelamin jauh lebih sulit.  Jauh lebih baik mencegah ketimbang “mengobati”. Kerja sama dengan CLIMB MEDIA yang telah melewati proses riset dan persiapan yang panjang, berhasil melahirkan sebuah film animasi berdurasi 10 menit, berjudul Komal. Komal dipublikasikan pada tahun 2013.


Sumber: www.google.com



Komal dibuat sedemikian rupa agar semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi dapat memperoleh dan memahami informasi yang sama. Menurut Kireet Khurana, creative producer sekaligus script writer film Komal, Komal ditujukan untuk memperlengkapi anak-anak dengan informasi yang benar mengenai bagian mana saja di tubuh mereka yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain. Komal mengajari anak-anak untuk membedakan sentuhan mana yang aman dan yang membahayakan keselamatan mereka. Komal mengingatkan anak-anak untuk tidak menyimpan rahasia yang membuat mereka sedih dan takut.  Sebaliknya, mereka diajak untuk menceritakan rahasia buruk tersebut kepada orang-orang yang mereka percaya.  

Terima kasih kepada CIF dan tim CLIMB MEDIA yang telah memproduksi Komal. Kita dan anak-anak kita wajib menonton film ini agar dapat mencegah kejahatan seksual terhadap anak Indonesia bertambah terus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar