Selasa, 31 Januari 2012

Rem Ketidaksabaran


Beruntunglah kita orang dewasa, di dalam dunia kita yang hiruk-pikuk ini, masih ada anak-anak. Kita bisa belajar banyak dari kepolosan dan spontanitas mereka.

Anakku sering jadi rem ketidaksabaranku - sering juga, sih, jadi penyebab aku nginjak gas ketidaksabaranku. Contoh kecil, ketika gadis kecilku meminta sesuatu. Dengan usaha kerasnya, ia meminta berkali-kali sampai pada satu titik, aku mulai menginjak gas ketidaksabaranku. Suaraku mulai meninggi.

Dengan kepolosannya, gadis kecilku memberi sendiri alasan untuk memaklumi mengapa permintaannya itu tidak bisa dipenuhi. Misalnya, "Nanti aja, ya, kalau ada uang." Atau, "Nanti aja, ya, kalau sudah selesai makan."

Kalau sudah begitu, ciiit, rem ketidaksabaranku langsung berbunyi kencang seperti orang sedang merem mendadak. Langsung deh aku menyesal, kenapa tidak berusaha lebih sabar lagi? Kenapa suaraku langsung meninggi? Kenapa alasan yang diucapkan Princessku tidak terpikir olehku? Malu banget. Seperti Daud yang kecil bisa mengalahkan Goliat yang besar, anakku yang masih kecil bisa menghentikan gas ketidaksabaranku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar